DUDUNG E DIREDJA
Profile Dudung E Diredja
duduk bareng dudung

Dudung Ingin Wujudkan Pusat Kuliner

Kota Tangsel identik dengan daerah perdagangan dan jasa. Daerah yang memiliki indek pembangunan manusia (IPM) tertinggi di Banten ini harusnya punya potensi dalam sejumlah pengembangan wilayah. Seperti memaksimalkan potensi kulinernya. Dimana tujuh kecamatan di Tangsel itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Namun soal selera lidah biasanya sama. Misalnya masakan yang pedas ataupun manis. Tentunya dengan jumlah penduduk mencapai 1,5 juta jiwa pengembangan kuliner sangat penting.

Hal tersebut rupanya juga dilirik bakal calon walikota Tangsel Dudung E Diredja. Ia mengaku bercita-cita ingin mewujudkan pusat kuliner di Kota Tangsel. Dimana pusat tersebut menjadi tempat kuliner. Bila ini bisa direalisaskan tentunya akan menumbuhkan ekonomi yang semakin baik.

Ia mengaku sudah memetakan sejumlah tempat kuliner. Seperti di bidang kuliner yang dinilai cukup potensial, misalnya di wilayah Kecamatan Setu yang diplot sebagai wilayah berbasis home industry, terutama sebagai penghasil kacang Krangga wilayah Serpong yang memiliki kuliner khas berupa tahu.

Selain itu, Tangsel juga tengah meracik minuman khas daerahnya yang terbuat dari sari buah. Boleh jadi real estate memang sudah identik dengan wilayah Tangsel. Tapi jangan lupa bahwa Tangsel juga memiliki potensi besar di industri kuliner. Sebut saja misalnya, sentra kuliner di Bintaro, seperti Bintaro Nine Walk, Lot 9, Talaga Sampierun, atau di Mall BXChange.

Bergeser ke BSD City, kita juga akan menemukan sentra kuliner yang berada di Pasar Modern BSD. Tak jauh dari BSD, ada Alam Sutera yang terkenal dengan sentra kuliner keluairga. Tak pelak semua itu menjadikan sebagai pusat kuliner Nusantara.

 

“Kalau kuliner memang sudah banyak di sini. Makanya perlu ada pusat kuliner. Saya yakin jika ini bisa diwujdukan tentunya akan berdampak positif buat perekonomian masyarakat,” ujarnya. (mcd)

 

 

 

hut tangsel
hari ini
Disarankan

Komentar Disini

Your email address will not be published.